Mendanai hutan di hulu kebun kopi.
Dua pilot dalam pengembangan: penjagaan hutan Batukau di Bali dan restorasi agroforestri kopi di Argopuro, Jawa Timur, asal beberapa kopi Flo. Setiap angka di halaman ini diberi label tingkat kepastiannya.
Jadwalkan diskusiPenampang Gunung Batukaru dari data medan Copernicus, dengan tinggi pohon dari peta tajuk Meta dan WRI. Lapisan tanah digambar skematis.
Pohon menyerap CO2 dari udara dan menyimpan karbonnya di daun, batang, akar, dan tanah.
Stok karbon pohon di atas dan di bawah tanah, dalam ton setara CO2, di kawasan hutan Batukau seluas 15.238 ha (batas OSM, bukan batas resmi). Dihitung dari peta biomassa ESA CCI 2015, yang angkanya lebih rendah di antara dua peta yang kami pakai. Ini stok, bukan serapan per tahun dan bukan kredit. Karbon tanah tidak termasuk.
Karbon tanah: tidak termasuk dalam angka ini
Stok karbon pohon di kawasan hutan Batukau: sekitar 6,37 juta tCO2e di atas dan di bawah tanah, tanpa karbon tanah. Estimasi awal dari data terbuka, dihitung dari peta biomassa ESA CCI 2015, yang angkanya lebih rendah di antara dua peta yang kami pakai.
Ilustrasi: sepetak lahan bertajuk rendah di tepi hutan tumbuh kembali setinggi hutan di sebelahnya. Ini bukan lokasi proyek. Pilot restorasi kami direncanakan di Argopuro, Jawa Timur; di Batukau kami berencana menjaga hutan yang sudah ada.
Lalu kami akan mengukurnya: plot ukur di lapangan dan drone LiDAR, mulai Fase 0.
Itulah tiga layanan kami: restorasi, karbon, dan pengukuran.
Jadwalkan diskusi




Model tiga dimensi lereng Gunung Batukaru, Bali, dari data medan Copernicus dan peta tinggi tajuk Meta dan WRI. Saat halaman digulir, sebuah penampang memotong gunung dari kaki selatan sampai puncak. Karbon dioksida dari udara masuk ke daun, turun lewat batang ke akar, dan sebagian tersimpan di tanah. Di sampingnya tertulis angka sekitar 6,37 juta ton setara karbon dioksida: stok karbon pohon di atas dan di bawah tanah, tanpa karbon tanah, estimasi awal dari data terbuka. Setelah itu, sepetak lahan bertajuk rendah di tepi hutan tumbuh kembali; ini ilustrasi, bukan lokasi proyek. Terakhir, garis pemindai dan contoh plot ukur menunjukkan cara kami berencana mengukur hutan mulai Fase 0.
Hutan bekerja paling keras.
Banyak kopi Indonesia tumbuh di lereng gunung, sebagian di bawah naungan pohon. Di atas kebun, hutan menahan tanah, menjaga mata air, dan menyimpan karbon.
Beberapa kopi yang kami sangrai berasal dari lereng Gunung Argopuro, Jawa Timur. Karena itu, hutan di hulu kebun ikut menjadi urusan kami.
Flo Sustainability adalah cara kami mengajak perusahaan dan pendana ikut menjaga hutan di Batukau, memulihkan kebun di Argopuro, dan mengukur keduanya. Kami mulai dari dua pilot itu.
Lereng Argopuro, dari dataran rendah sampai puncak
Profil medan dari Copernicus DEM GLO-30, skala vertikal diperbesar tiga kali. Letak zona kebun dan hutan hanya skematis.
Lihat angka
| Gunung Argopuro, ≈ 3.082 m |
Tiga pekerjaan, dua lereng.
-
Ilustrasi pada model Batukaru. Pilot restorasi direncanakan di Argopuro. Restorasi & keanekaragaman hayati
Memulihkan lahan dengan agroforestri kopi: pohon naungan dan kopi ditanam bersama, dikerjakan oleh petani.
Argopuro, 25 ha, Fase 1direncanakan
-
Penyerapan karbon berbasis alam
Menumbuhkan pohon baru yang menyerap karbon (removal, diserahkan setelah diukur dan diverifikasi) dan menjaga hutan yang sudah ada (kontribusi, bukan offset).
Argopuro (removal) · Batukau (kontribusi)direncanakan
-
Konsultasi, pengukuran & pelaporan dampak
Prinsip pengukuran yang sama kami terapkan pada laporan perusahaan Anda: rentang, label status, dan sumber terbuka.
Kedua pilot, mulai Fase 0direncanakan
Pilot Hutan: Batukau, Bali.
Pilot untuk menjaga hutan Batukau yang hampir utuh dan mengukur karbonnya, bersama desa adat dan pengelola hutan di lereng Batukaru. Kawasannya mencakup hutan lindung dan kawasan konservasi.
Hutan ini hampir utuh dan kehilangan tutupan pohonnya kecil, jadi sulit membuktikan bahwa dana baru menambah karbon yang tersimpan. Karena itu, kami tidak menjualnya sebagai kredit atau offset. Dana penjagaan dicatat sebagai kontribusi.
| Besaran | Nilai | Status | Sumber |
|---|---|---|---|
| Luas kawasan, empat unit | 15.238 ha | produk global, bukan akun · batas OSM, bukan batas resmi | geolibre.tamaproject.com(membuka situs lain) |
| Hutan Lindung Batukau (blok selatan dan barat) | 7.573 ha | ||
| Hutan Lindung Pucak Mangu–Beratan | 3.968 ha | ||
| Cagar Alam Batukahu | 1.982 ha | ||
| Taman Wisata Alam Danau Buyan–Tamblingan | 1.715 ha | ||
| Persentase tutupan pohon, 2024 | 95,3% | produk global, bukan akun · dibaca lewat geolibre | geolibre.tamaproject.com(membuka situs lain) |
| NDVI (indeks kehijauan) musim kemarau, 2025 | 0,862 | ||
| Rerata tinggi tajuk | 20,9 m | produk global, bukan akun · Meta/WRI CHM v2 | geolibre.tamaproject.com(membuka situs lain) |
| Kehilangan tutupan pohon, 2001–2025 | 91,6 ha | produk global, bukan akun · Global Forest Watch | geolibre.tamaproject.com(membuka situs lain) |
| Penambahan tutupan pohon, 2000–2012 | 18,4 ha | ||
| Biomassa atas tanah per hektare | ESA CCI 2015 191 WHRC 2000 293 Mg/ha | produk global, bukan akun | geolibre · Modul karbon(membuka situs lain) |
| Karbon atas tanah, seluruh kawasan | 1,37–2,10 juta MgC | estimasi awal dari data terbuka | geolibre · Modul karbon(membuka situs lain) |
| Stok karbon pohon, di atas dan di bawah tanah | ≈ 6,37 juta tCO2e (≈ 418 tCO2e/ha) | estimasi awal dari data terbuka · ESA CCI 2015 | geolibre · Modul karbon(membuka situs lain) |
Geser penampangnya sendiri.
Setiap nilai mewakili satu sel berukuran sekitar 60 m. Angka per penampang dihitung di halaman ini dari Copernicus DEM dan Meta/WRI CHM v1, bukan dari geolibre, sehingga tidak bisa dibandingkan langsung dengan rerata tinggi tajuk 20,9 m di tabel (CHM v2). Sel tertinggi terbaca 2.265 m karena nilainya dirata-ratakan per sel, sedangkan tinggi puncak Batukaru menurut Copernicus DEM 30 m adalah 2.268 m.
Fase 0: drone LiDAR akan mengukur penampang seperti ini langsung di lapangan. direncanakan
Lihat angka
| Puncak Batukaru | 2.268 m |
|---|
Empat unit kawasan
Luas per unit menurut batas OpenStreetMap, bukan batas resmi.
Lihat angka
| Hutan Lindung Batukau (blok selatan dan barat) | 7.573 ha |
|---|---|
| Hutan Lindung Pucak Mangu–Beratan | 3.968 ha |
| Cagar Alam Batukahu | 1.982 ha |
| Taman Wisata Alam Danau Buyan–Tamblingan | 1.715 ha |
| Luas kawasan, empat unit | 15.238 ha |
Lima kantong karbon, per hektare
Global Forest Watch, tahun 2000, dalam MgC per hektare (ton karbon per hektare). Kantong karbon (carbon pool) terbesar adalah pohon di atas tanah; sebagian besar sisanya tersimpan di bawah tanah, di akar dan di dalam tanah.
Lihat angka
| Pohon di atas tanah | 137,7 MgC/ha |
|---|---|
| Kayu mati | 8,3 MgC/ha |
| Serasah | 1,1 MgC/ha |
| Akar | 33,2 MgC/ha |
| Karbon organik tanah | 94,7 MgC/ha |
| Total kawasan: 4,19 juta MgC | |
Rencana akun: A2D-1, A2D-2, lalu A3D. Rinciannya ada di Cara kami mengukur. Angka di atas dibaca dari geolibre, portal riset terbuka yang dikembangkan tim kami (versi interim).
Buka portal geolibre(membuka situs lain)Pilot Kebun: Argopuro, Jawa Timur.
Restorasi agroforestri kopi seluas 25 ha bersama kelompok petani kopi di lereng Argopuro: pohon naungan dan kopi tumbuh dalam satu kebun. Direncanakan untuk Fase 1.
Medan Argopuro dari Copernicus DEM. Lapisan tajuk sengaja tidak ditampilkan karena angka Argopuro masih menunggu survei baseline. Lokasi kebun restorasi juga tidak digambar.
Hijau di halaman ini berarti ada lapisan data. Argopuro masih abu-abu.
Stok karbon: belum ada angka. Survei baseline, yaitu pengukuran kondisi awal, direncanakan pada Fase 0.
Estimasi removal pilot Kebun
Lihat angka
| tCO2e | 2.500–5.000 |
|---|---|
| tCO2e/ha/tahun | 5–10 |
Kopi Argopuro yang Flo sangrai berasal dari lereng ini. Lihat kopi Flo
Yang belum pasti juga kami tunjukkan.
Dua peta global, dua jawaban.
Peta biomassa ESA CCI 2015 dan WHRC 2000 memberi angka berbeda untuk hutan yang sama. Kami tidak memilih yang lebih menguntungkan dan tidak merata-ratakannya. Untuk biomassa dan karbon atas tanah, keduanya tampil sebagai rentang; angka stok di halaman ini memakai peta yang angkanya lebih rendah.
Dua peta biomassa, dua angka
Biomassa atas tanah per hektare dan karbon atas tanah kawasan Batukau menurut ESA CCI 2015 dan WHRC 2000. Keduanya kami tampilkan sebagai rentang, tanpa nilai tengah. Mg berarti ton; MgC berarti ton karbon.
Lihat angka
| Biomassa atas tanah, Mg/ha | ESA CCI 2015 191 · WHRC 2000 293 |
|---|---|
| Karbon atas tanah, seluruh kawasan, MgC | 1,37–2,10 juta |
Satu kelas lahan bisa membalikkan hasilnya.
Dihitung di geolibre dari data fluks Global Forest Watch: sepanjang 2001–2025 kawasan ini tercatat sebagai rosot karbon (lebih banyak karbon diserap daripada dilepas) bila 607,9 ha lahan yang tergolong hutan tanaman ikut dihitung sebagai hutan. Bila kelas itu dikeluarkan, kawasan ini justru tercatat sebagai sumber emisi. Kelas itu belum dicek di lapangan.
Fluks karbon bersih kawasan, 2001–2025
Lihat angka
| Rosot, bila 607,9 ha hutan tanaman dihitung sebagai hutan | −230.734 tCO2e |
|---|---|
| Sumber emisi, bila tidak | +250.928 tCO2e |
Tangga pengukuran.
Saat ini, angka karbon dan hutan kami ada di tiga anak tangga terbawah. Lewat Fase 0, kami berencana naik ke anak tangga pengukuran lapangan.
Dalam akun nanti, berbagai sumber ketidakpastian akan digabungkan lewat simulasi Monte Carlo (IPCC Approach 2) dan ditampilkan sebagai rentang.
Jalur sertifikasi yang sedang dijajaki: Plan Vivo (PV Climate) dan pencatatan SRUK (Perpres 110/2025). jalur yang sedang dijajaki
Dari ilustrasi sampai terverifikasi
Arti setiap label status
- estimasi awal dari data terbukaDihitung dari peta global dengan rumus sederhana. Belum dicek di lapangan.
- produk global, bukan akunDibaca dari produk data global untuk kawasan ini, kebanyakan dari satelit. Bukan akun karbon proyek.
- ilustrasiGambaran untuk menjelaskan, bukan data atau hasil.
- estimasi, belum diukurPerkiraan kami untuk pekerjaan yang belum berjalan. Belum diukur.
- direncanakanDirencanakan, belum berjalan; jadwal bergantung pada pendanaan.
- angka indikatifAngka awal untuk diskusi. Kontrak akhir bisa berbeda.
- jalur yang sedang dijajakiSedang kami pelajari dan bicarakan. Belum ada keputusan atau sertifikat.
- terukur di lapanganDiukur langsung di lapangan. Belum ada angka kami di tingkat ini.
- terverifikasi pihak ketigaDiperiksa pihak ketiga yang independen. Belum ada angka kami di tingkat ini.
-
Dua fase pertama.
Jadwal indikatif. Tanggal bisa bergeser mengikuti pendanaan dan kesepakatan di lapangan.
-
Fase 0: data awal
Q4 2026 sampai Q2 2027. Survei baseline, plot ukur, dan drone LiDAR di Batukau dan Argopuro. Untuk tahap ini kami mencari hibah atau dana filantropi.
-
Fase 1: Argopuro
2027–2028. Restorasi agroforestri 25 ha bersama kelompok petani kopi di lereng Argopuro.
-
Fase 1: Batukau
2027–2028. Penjagaan 100 ha hutan dalam satuan 1 ha. Kontrak minimal 10 ha.
-
Sesudahnya
Removal Argopuro akan diukur, lalu diverifikasi pihak ketiga independen, baru diserahkan kepada pembeli. Jalur sertifikasi yang sedang dijajaki: Plan Vivo (PV Climate) dan pencatatan SRUK (Perpres 110/2025).
-
Ikut menjaga Batukau mulai dari 10 ha, atau dukung Fase 0 lewat hibah. Lihat skema pembiayaan
-
Garis waktu Fase 0 dan Fase 1
Cara ikut mendanai dan ke mana dananya mengalir.
| Instrumen | Untuk apa | Angka indikatif | Syarat | Yang Anda klaim | |
|---|---|---|---|---|---|
| Penjagaan Hutan Batukau | Menjaga kawasan hutan Batukau yang sudah ada dan mengukurnya | Rp 2,5 juta per ha per tahun angka indikatifAngka indikatif ini dibulatkan dari nilai ilustratif di geolibre untuk karbon yang tetap tersimpan di hutan (retensi): Rp 2,51 juta per ha per tahun. ilustrasi geolibre · Modul valuasi(membuka situs lain) | Minimal 10 ha, kontrak 3 tahun, dalam satuan 1 ha | Kontribusi, bukan offset | Bahas instrumen ini |
| Pra-pembelian removal Argopuro | Restorasi agroforestri 25 ha di Argopuro | US$15–20 per tCO2e angka indikatif | Diserahkan setelah diukur dan diverifikasi pihak ketiga independen. Cadangan (buffer) 20%. Klausul ganti bila hasil ukur kurang. | Removal terukur, diserahkan setelah diverifikasi pihak ketiga; belum berupa kredit bersertifikat | Bahas instrumen ini |
| Dana Kopi Flo | Usulan: dana yang disisihkan dari setiap kilogram kopi Argopuro yang terjual, untuk program ini | Rp 10.000 per kg kopi Argopuro yang terjual angka indikatif | Dihitung dari volume kopi Argopuro yang terjual. Bentuk kerja samanya kita bahas bersama. | Kontribusi | Bahas instrumen ini |
| Hibah atau filantropi | Fase 0: survei baseline, plot ukur, drone LiDAR | Bicarakan dengan kami | Disepakati bersama | Dukungan untuk Fase 0, tanpa klaim karbon | Bahas instrumen ini |
Rencana pembagian pendapatan, sama di kedua pilot
Di kedua pilot, porsi kedua dibayarkan kepada warga yang mengerjakannya: kelompok tani yang menanam dan merawat di Argopuro, warga yang berpatroli dan merawat hutan di Batukau. Jadi 70% sampai ke masyarakat. Plan Vivo mensyaratkan minimal 60% pendapatan sertifikat diterima masyarakat setempat; syarat ini berlaku untuk removal Argopuro bila disertifikasi lewat Plan Vivo. Penjagaan Batukau tidak menghasilkan sertifikat.
Lihat angka
| Kebun Argopuro · pra-pembelian removal | |
|---|---|
| Petani | 50% |
| Penanaman dan perawatan oleh kelompok tani | 20% |
| Operasional Flo dan sertifikasi | 30% |
| Hutan Batukau · penjagaan hutan | |
| Desa adat penjaga hutan | 50% |
| Patroli dan perawatan hutan oleh warga | 20% |
| Operasional Flo | 30% |
Hitung angka indikatif
Angka indikatif. Klaim kontribusi, bukan offset; tidak ada ton karbon yang diserahkan.
Untuk laporan perusahaan Anda.
- Jejak Karbon
- Menghitung emisi gas rumah kaca perusahaan Anda dengan GHG Protocol, scope 1–3: dari kegiatan operasional sendiri, energi yang dibeli, sampai rantai nilai.
- Minta penawaran
- Laporan Keberlanjutan
- Menyusun laporan sesuai POJK 51/2017 dan IFRS S1/S2, dengan akun ekosistem SEEA-EA bila hutan atau lahan menjadi bagian dari cerita Anda.
- Minta penawaran
- Cerita Dampak
- Narasi, foto, dan video dari lapangan untuk laporan dan komunikasi Anda. Disusun dengan aturan yang sama dengan halaman ini: setiap klaim punya sumber.
- Minta penawaran
Siapa kami.
Proyek ini dilaksanakan oleh tim yang salah satunya adalah mahasiswa PhD Ilmu Lingkungan dengan topik penelitian valuasi ekosistem hutan.
Flo Sustainability adalah bagian dari flo. Coffee Roastery, rumah sangrai kopi spesialti di Pakualaman, Yogyakarta. Tentang Flo
Yang kami klaim dan yang tidak.
Kami mengklaim
- Flo Sustainability adalah pilot dalam pengembangan, di dua lokasi yang direncanakan.
- Angka awal Batukau berasal dari data terbuka; angka Argopuro dan pembiayaan adalah estimasi dan angka indikatif kami. Setiap angka diberi label status.
- Dana penjagaan Batukau dicatat sebagai kontribusi.
- Removal Argopuro diserahkan setelah diukur dan diverifikasi pihak ketiga independen, dengan cadangan 20%. Verifikasinya direncanakan mengikuti standar Plan Vivo, jalur yang sedang dijajaki.
- Flo menyangrai kopi Argopuro.
- Jalur sertifikasi yang sedang kami jajaki adalah Plan Vivo (PV Climate) dan pencatatan SRUK (Perpres 110/2025).
Batas klaim kami
- Kami tidak menjual kredit karbon terverifikasi atau bersertifikat.
- Kami tidak menyebut perusahaan, produk, atau acara apa pun sebagai netral karbon.
- Penjagaan Batukau bukan offset untuk emisi Anda.
- Kami belum punya angka hasil pengukuran lapangan. Pengukuran itu direncanakan mulai Fase 0.
- Kami tidak menjual kopi dari Batukau.
Apakah ini kredit karbon?
Bukan. Flo Sustainability adalah pilot dalam pengembangan, dan kami tidak menjual kredit karbon terverifikasi atau bersertifikat. Yang kami tawarkan sekarang adalah pendanaan awal dan pra-pembelian removal. Jalur sertifikasi yang sedang dijajaki adalah Plan Vivo (PV Climate), dengan pencatatan di SRUK sesuai Perpres 110/2025. Belum ada keputusan atau sertifikat dari jalur itu.
Hutan Batukau hampir utuh. Lalu apa yang ditambahkan oleh dana Anda?
Ini pertanyaan tentang adisionalitas (additionality): apakah dana baru menghasilkan karbon tambahan yang tidak akan ada tanpa dana itu. Kawasan hutan Batukau hampir utuh dan, menurut data global, kehilangan tutupan pohonnya kecil. Jadi, tambahan karbonnya sulit dibuktikan, dan kami tidak menjualnya sebagai kredit atau offset. Yang dibiayai adalah penjagaan dan pengukuran, supaya hutan ini tetap utuh dan datanya tetap terbuka. Removal yang bisa dihitung sebagai tambahan datang dari restorasi lahan, seperti yang direncanakan di Argopuro; apakah tambahannya bisa dibuktikan baru bisa dinilai setelah survei baseline dan verifikasi.
Mengapa penjagaan disebut kontribusi, bukan offset?
Offset berarti setiap ton yang Anda beli dipakai untuk mengimbangi satu ton emisi Anda. Untuk hutan yang hampir utuh, klaim itu sulit dipertanggungjawabkan. Klaim kontribusi berarti Anda melaporkan dana yang Anda berikan untuk menjaga hutan, tanpa mengurangi angka emisi yang Anda laporkan. Emisi dan kontribusi tercatat terpisah di laporan Anda, dan keduanya bisa diperiksa.
Bagaimana cara kerja pra-pembelian removal, dan bagaimana jika hasil ukurnya lebih sedikit?
Anda menyepakati jumlah ton dan harganya sekarang; angka indikatifnya US$15–20 per tCO2e. Penanaman di Argopuro dijadwalkan pada Fase 1. Removal baru diserahkan setelah diukur lalu diverifikasi pihak ketiga independen; verifikasinya direncanakan mengikuti standar Plan Vivo, jalur yang sedang dijajaki. Jadi, yang Anda terima hanya ton yang benar-benar terukur. Cadangan (buffer) 20% disisihkan untuk menutup risiko, misalnya pohon yang mati. Bila hasil ukur lebih sedikit dari yang disepakati, kekurangannya diatur oleh klausul ganti di kontrak; rinciannya kita tulis bersama sebelum kontrak ditandatangani. Selama belum ada sertifikat, ton ini bukan kredit karbon bersertifikat, dan kami tidak menawarkannya sebagai offset untuk emisi Anda. Estimasi total untuk 25 ha adalah 2.500–5.000 tCO2e dalam 20 tahun. Itu estimasi, belum diukur.
Siapa yang menerima uangnya?
Pembagiannya sama di kedua pilot, dalam angka indikatif. Untuk removal Argopuro: 50% untuk petani, 20% untuk penanaman dan perawatan oleh kelompok tani, dan 30% untuk operasional Flo dan sertifikasi. Untuk penjagaan Batukau: 50% untuk desa adat penjaga hutan, 20% untuk patroli dan perawatan hutan oleh warga, dan 30% untuk operasional Flo. Di keduanya 70% sampai ke masyarakat. Plan Vivo mensyaratkan minimal 60% pendapatan sertifikat diterima masyarakat setempat; syarat ini berlaku untuk removal Argopuro bila disertifikasi lewat Plan Vivo, karena penjagaan Batukau tidak menghasilkan sertifikat. Pilot ini direncanakan bersama desa adat dan pengelola hutan di lereng Batukaru, dan bersama kelompok petani kopi di lereng Argopuro. Nama mitra kami sebut setelah ada kesepakatan dengan mereka.
Mengapa Bali dan Jawa Timur?
Dua tempat ini mewakili dua jenis pekerjaan yang berbeda. Batukau di Bali adalah kawasan hutan lindung dan konservasi yang hampir utuh, dan angka awalnya sudah bisa dibaca di portal riset terbuka. Di sana pekerjaannya menjaga dan mengukur: pilot Hutan. Argopuro di Jawa Timur adalah lereng asal kopi Argopuro yang Flo sangrai. Di sana pekerjaannya memulihkan lahan dengan agroforestri kopi, dan dari situ removal bisa diukur: pilot Kebun.
Apakah Flo menjual kopi dari Batukau?
Tidak. Kami tidak menjual kopi dari Batukau. Kopi yang terhubung dengan program ini adalah kopi Argopuro yang Flo sangrai.
Dari mana angka-angka ini?
Angka Batukau dibaca pada 16 Oktober 2026 dari geolibre.tamaproject.com, portal riset terbuka yang dikembangkan tim kami (versi interim). Sebagian besar adalah produk global dari satelit, bukan akun karbon proyek. Angka Argopuro dan angka pembiayaan adalah estimasi dan angka indikatif dari kami. Setiap angka diberi label status, dan semua sumber tercantum di bagian Sumber dan catatan.
Bagaimana memulai, dan bisa mulai dari berapa?
Mulai dengan diskusi: ceritakan kebutuhan laporan Anda lewat formulir di bawah atau WhatsApp. Syarat indikatif penjagaan Batukau: mulai 10 ha, kontrak 3 tahun, dalam satuan 1 ha. Pra-pembelian removal Argopuro dihitung per tCO2e. Hibah untuk Fase 0 kita bicarakan bersama. Jadwalkan diskusi
Mari bicara sambil ngopi.
Formulir ini menyusun pesan WhatsApp atau email untuk Anda. Situs ini tidak menyimpan isi formulir.
Lihat pesan
Sumber dan catatan
Catatan pilot, Oktober 2026. Status: pilot dalam pengembangan.
- Medan: Copernicus DEM GLO-30 (© DLR e.V. 2010-2014 and © Airbus Defence and Space GmbH 2014-2018, provided under COPERNICUS by the European Union and ESA; all rights reserved)
- Tajuk (model tiga dimensi dan peta): Meta & WRI CHM v1, High Resolution Canopy Height Maps (Tolan et al. 2024), lisensi CC BY 4.0. Dimodifikasi: disampel ulang ke sel sekitar 60 m, dikuantisasi ke 8 bit, tinggi pohon diperbesar 9×.
- Rerata tinggi tajuk di tabel Batukau: Meta & WRI CHM v2, lewat geolibre, lisensi CC BY 4.0.
- Biomassa: ESA CCI Biomass 2015 dan WHRC 2000.
- Kantong karbon, kehilangan dan penambahan tutupan pohon, serta fluks karbon: Global Forest Watch.
- Persentase tutupan pohon 2024 dan NDVI musim kemarau 2025: produk global yang dibaca lewat geolibre.
- Batas kawasan: © OpenStreetMap contributors (ODbL), lewat geolibre. Bukan batas resmi.
- Angka Batukau dibaca dari geolibre.tamaproject.com, portal riset terbuka yang dikembangkan tim kami (versi interim), pada 16 Oktober 2026.
- Model tiga dimensi: skala vertikal medan 1,5×, tinggi pohon 9×, sel sekitar 60 m; lapisan tanah skematis. Proporsi partikel karbon dioksida mengikuti lima kantong karbon GFW 2000 per hektare.
- Syarat bagi hasil minimal 60% pendapatan sertifikat sampai ke masyarakat: Plan Vivo Standard (PV Climate).
Arti status
- estimasi awal dari data terbukaDihitung dari peta global dengan rumus sederhana. Belum dicek di lapangan.
- produk global, bukan akunDibaca dari produk data global untuk kawasan ini, kebanyakan dari satelit. Bukan akun karbon proyek.
- ilustrasiGambaran untuk menjelaskan, bukan data atau hasil.
- estimasi, belum diukurPerkiraan kami untuk pekerjaan yang belum berjalan. Belum diukur.
- direncanakanDirencanakan, belum berjalan; jadwal bergantung pada pendanaan.
- angka indikatifAngka awal untuk diskusi. Kontrak akhir bisa berbeda.
- jalur yang sedang dijajakiSedang kami pelajari dan bicarakan. Belum ada keputusan atau sertifikat.
- terukur di lapanganDiukur langsung di lapangan. Belum ada angka kami di tingkat ini.
- terverifikasi pihak ketigaDiperiksa pihak ketiga yang independen. Belum ada angka kami di tingkat ini.